Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan

SEKILAS TENTANG DIARE

Selasa, 22 Desember 2009

hufh..., usai LKM(Latihan Kepemimpinan Dasar) mendadak aku ter-diagnosa diare. Oleh karena itu aku terinspirasi memposting ini, semoga bermanfaat.

Diare merupakan penyakit yang sangat umum di masyarakat. Hampir setiap orang pernah mengalami diare sepanjang hidupnya. Disebut diare bila kotoran atau tinja yang keluar sangat lembek atau bahkan encer dengan frekuensi lebih dari normal. Sebenarnya diare merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun yang terdapat dalam usus besar. Racun ini bisa bersumber dari makanan atau hasil dari metabolisme kuman.

Gejala diare biasanya disertai dengan gejala tambahan seperti mual, muntah, rasa tidak enak di perut, mules, haus, demam dan lemas karena dehidrasi. Pada anak anak dan orang tua diatas 65 tahun diare sangat berbahaya. Bila penanganan terlambat dan mereka jatuh ke dalam dehidrasi berat maka bisa berakibat fatal.

Diare terjadi akibat dari berkurangnya kemampuan usus besar dalam menyerap air yang terdapat dalam kotoran. Pada orang dewasa penyebab paling sering dari gangguan ini adalah bakteri E. coli dan salmonella. E.coli sebenarnya bakteri yang normal hidup dalam usus besar kita, sayangnya jika jumlahnya terlalu banyak maka ia akan menjadi berbahaya dan menganggu proses penyerapan air sehingga menyebabkan diare. E.coli yang berlebihan ini biasanya bersumber dari buah atau sayuran yang terkontaminasi kotoran manusia yang kemudian kita makan tanpa mencucinya dengan baik.

Penyebab lain dari diare adalah alergi makanan. Selain menyebabkan gejala alergi secara umum seperti gangguan kulit dan gangguan nafas, alergi makanan juga dapat menimbulkan diare. Alergi makanan yang paling sering menyebabkan diare adalah alergi terhadap protein susu yang disebut laktosa. Kemampuan tubuh mencerna laktosa akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia sehingga kemungkinan terjadinya diare akibat laktosa akan semakin besar. Laktosa merupakan contoh kecil dari zat yang dapat menyebabkan diare. Banyak pula yang alergi terhadap zat lain seperti gluten dan lain lain sehingga menimbulkan diare.


Umumnya diare akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Kita hanya perlu istirahat dan minum cairan yang banyak untuk mencegah dehidrasi. Dehidrasi akan sangat fatal akibatnya pada anak anak dan orang tua. Bila asupan cairan yang diberikan melalui minum dirasa kurang maka perlu dipikirkan untuk memberikan cairan melalui infus.

Setelah masalah kebutuhan cairan dapat diatasi baru kita memikirkan pengobatan definitif untuk diarenya. Anda bisa membeli obat obat diare yang banyak dijual di warung warung. Minumlah sesuai dengan aturan yang tertulis di kemasannya. Bila diare tetap berlangsung lebih dari 3 hari maka segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


baca selengkapnya

Label:
Rabu, 09 Desember 2009

OBAT DIURETIK

Diuretik adalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urin. Istilah diuresis mempunyai dua pengertian, pertama menunjukkan adanya penambahan volume urin yang diproduksi dan yang kedua menunjukkan jumlah pengeluaran zat-zat terlarut dalam air.

Fungsi utama diuretik adalah untuk memobilisasi cairan udem, yang berarti mengubah keseimbangan cairan sedemikian rupa sehingga volume cairan ekstra sel kembali menjadi normal.

Diuretik dapat dibagi menjadi 5 golongan yaitu :

1. Diuretik osmotik
2. diuretik golongan penghambat enzim karbonik anhidrase
3. diuretik golongan tiazid
4. diuretik hemat kalium
5. diuretik kuat



1. Diuretik osmotik
Diuretik osmotik mempunyai tempat kerja :
1. Tubuli proksimal
Diuretik osmotik ini bekerja pada tubuli proksimal dengan cara menghambat reabsorpsi natrium dan air melalui daya osmotiknya.
2. Ansa enle
Diuretik osmotik ini bekerja pada ansa henle dengan cara menghambat reabsorpsi natrium dan air oleh karena hipertonisitas daerah medula menurun.
3. Duktus Koligentes
Diuretik osmotik ini bekerja pada Duktus Koligentes dengan cara menghambat reabsorpsi natrium dan air akibat adanya papillary wash out, kecepatan aliran filtrat yang tinggi, atau adanya faktor lain.
Istilah diuretik osmotik biasanya dipakaiuntuk zat bukan elektrolit yang mudah dan cepat diekskresi oeh ginjal. Contoh dari diuretik osmotik adalah ; manitol, urea, gliserin dan isisorbid.
2. Diuretik golongan penghambat enzim karbonik anhidrase
Diuretik ini bekerja pada tubuli Proksimal dengan cara menghambat reabsorpsi bikarbonat.
Yang termasuk golongan diuretik ini adalah asetazolamid, diklorofenamid dan meatzolamid.
3. Diuretik golongan tiazid
Diuretik golongan tiazid ini bekerja pada hulu tubuli distal dengan cara menghambat reabsorpsi natrium klorida.
Obat-obat diuretik yang termsuk golongan ini adalah ; klorotiazid, hidroklorotiazid, hidroflumetiazid, bendroflumetiazid, politiazid, benztiazid, siklotiazid, metiklotiazid, klortalidon, kuinetazon, dan indapamid.
4. Diuretik hemat kalium
Diuretik hemat kalium ini bekerja pada hilir tubuli distal dan duktus koligentes daerah korteks dengan cara menghambat reabsorpsi natrium dan sekresi kalium dengan jalan antagonisme kompetitif (sipironolakton) atau secara langsung (triamteren dan amilorida).
5. Diuretik kuat
Diuretik kuat ini bekerja pada Ansa Henle bagian asenden pada bagian dengan epitel tebal dengan cara menghambat transport elektrolit natrium, kalium, dan klorida.
Yang termasuk diuretik kuat adalah ; asam etakrinat, furosemid dan bumetamid.

Penggunaan klinik diuretik

1. Hipertensi
Diuretik golongan Tiazid, merupakan pilihan utama step 1, pada sebagian besar penderita.
Diuretik kuat (biasanya furosemid), digunakan bila terdapat gangguan fungsi ginjal atau bila diperlukan efek diuretik yang segera.
Diuretik hemat kalium, digunakan bersama tiazid atau diuretik kuat, bila ada bahaya hipokalemia.
2. Payah jantung kronik kongestif
Diuretik golongan tiazid, digunakann bila fungsi ginjal normal.
Diuretik kuat biasanya furosemid, terutama bermanfaat pada penderita dengan gangguan fungsi ginja.
Diuretik hemat kalium, digunakan bersama tiazid atau diuretik kuat bila ada bahaya hipokalemia.
3. Udem paru akut
Biasanya menggunakan diuretik kuat (furosemid)
4. Sindrom nefrotik
Biasanya digunakan tiazid atau diuretik kuat bersama dengan spironolakton.
5. Payah ginjal akut
Manitol dan/atau furosemid, bila diuresis berhasil, volume cairan tubuh yang hilang harus diganti dengan hati-hati.
6. Penyakit hati kronik
spironolakton (sendiri atau bersama tiazid atau diuretik kuat).
7. Udem otak
Diuretik osmotik
8. Hiperklasemia
Diuretik furosemid, diberikan bersama infus NaCl hipertonis.
9. Batu ginjal
Diuretik tiazid
10. Diabetes insipidus
Diuretik golongan tiazid disertai dengan diet rendah garam
11. Open angle glaucoma
Diuretik asetazolamid digunakan untuk jangka panjang.
12. Acute angle closure glaucoma
Diuretik osmotik atau asetazolamid digunakan prabedah.
Untuk pemilihan obat Diuretik a yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.

Di apotik online medicastore anda dapat mencari obat diuretik dengan merk yang berbeda dengan isi yang sama secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat diuretik sesuai dengan kebutuhan anda.
baca selengkapnya

Label:

Apa Hubungan Garam dengan Hipertensi?

Para penderita tekanan darah tinggi pasti sudah sangat tahu dengan nasihat untuk mengurangi konsumsi garam. Namun, tak banyak yang tahu mengapa garam menyebabkan tensi merangkak naik. Hubungan antara garam dan hipertensi sesungguhnya baru menemukan titik terang pada tahun 1980-an ketika dilakukan perbandingan antara orang di berbagai negara.

Ditemukan bahwa masyarakat yang mengonsumsi garam yang tinggi dalam pola makannya, tekanan darahnya juga meningkat seiring bertambahnya usia. Sebaliknya, masyarakat yang konsumsi garamnya rendah, hipertensi relatif jarang terjadi.



Menurut profesor D.G.Beevers, dalam buku Seri Kesehatan mengenai Tekanan Darah, disebutkan konsumsi garam yang tinggi selama bertahun-tahun akan meningkatkan tekanan darah karena kadar sodium dalam sel-sel otot halus pada dinding arteriol juga meningkat. Kadar sodium yang tinggi ini memudahkan masuknya kalsium ke dalam sel-sel tersebut. Hal ini kemudian menyebabkan arteriol berkontraksi dan menyempit pada lingkar dalamnya.

Terdapat bukti bahwa mereka yang menderita hipertensi karena faktor keturunan, memiliki kemampuan yang rendah dalam mengeluarkan garam dari tubuh mereka. Namun tentu saja memang terdapat perbedaan dalam pengolahan garam pada tubuh tiap individu. Sebagian orang lebih sensitif terhadap garam dibanding lainnya.

Salah satu cara untuk menjaga agar tensi tetap rendah lewat makanan adalah dengan mengonsumsi banyak makanan yang mengandung potasium, seperti buah-buahan dan sayuran. Hal ini karena sel-sel tubuh bereaksi terhadap kandungan potasium yang tinggi dengan membuang sodium (dalam garam).
Penulis: An

//———-

Note: Saya pernah baca di Kompas bahwa Orang Eskimo bisa berumur panjang sampai 100 tahun, karena tingkat konsumsi garam mereka lebih rendah dibandingkan Orang lainnya.

http://www.koranindonesia.com/berita/isi-lengkap/Apa_Hubungan_Garam_dengan_Hipertensi.php
baca selengkapnya

Label:

Di Indonesia Lima Juta Balita masih Kurang Gizi

Kamis, 12 November 2009

Permasalahan :
Direktur Gizi Masyarakat Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan (Depkes) Rachmi Untoro mengatakan, di Indonesia selama 10 tahun terakhir terdapat sekitar lima juta balita yang masih menderita kekurangan gizi. Dari lima juta itu, sekitar 1,3 jutanya menderita gizi buruk. Jadi, kata Rachmi, sebanyak 1,3 juta balita akan mengalami perkembangan otak yang buruk pula. Angka itu bukanlah muncul belakangan, melainkan sudah terjadi sebelum Indonesia diterpa badai krisis ekonomi.
Skala Prioritas Problem :
Kekurangan gizi pada balita terjadi karena sekaratnya ekonomi masyarakat dan kurangnya sosialisasi akan pentinya masa balita.



Pembahasan :
Di Indonesia tingkat kesejahteraan erat kolerasinya dengan masalah gizi. Jika pendapatan masyarakat meningkat, kondisi gizipun membaik. Sebaliknya bila kesejahteraan masyarakat memburuk, maka masalah kurang gizi atau gizi buruk pun akan muncul. Dan yang menyedihkan, bila terjadi penurunan pendapatan suatu keluarga biasanya balitalah (anak di bawah lima tahun) paling terkena dampaknya. Padahal balita merupakan cikal bakal pemimpin masa depan. Bagaimana mengharapkan pemimpin Indonesia masa depan yang cerdas, jika masalah kurang gizi dan gizi buruk belum terselesaikan.
Anak yang sedang tumbuh sejak di dalam kandungan sampai usia dua tahun harus mendapat perhatian penuh. Pasalnya rentang usia itu akan menentukan kualitas kognitifnya di masa depan. Apabila kebutuhan gizinya tidak terpenuhi secara baik, maka perkembangan otaknya akan terhambat. Tetapi banyak orang tua yang sedikit memberikan perhatian dalam urusan pemberian gizi pada masa-masa balita. Anehnya justru bapaknya yang mendapt makanan terbaik, mungkin hal itu disebabkan kurangnya pengetahuan sang ibu. Cara paling mudah mengatasi kurang gizi dan gizi buruk adalah dengan memberikan sosialisasi kepada orang tua. Sosialisasi dapat diketahui dengan rutinnya sang ibu membawa bayinya ke posyandu.
Sebenarnya merawat dan memberikan gizi yang cukup tidaklah sulit. Pada enam bulan pertama bayi memerlukan intensive ASI dari sang Ibu. Disini gizi Ibu sangat berperan, Ibu harus mencukupi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Pada bulan ke-enam sampai usia satu tahun pertama dibutuhkannya tambahan susu sebagai pelengkap, karena pada masa ini terjadi pertumbuhan yang begitu pesat. Setelah pada tahun pertama, makanan bayi mulai berbentuk padat. Anak bisa diberi makanan yang disajikan untuk keluarga tetapi dengan penyesuaian makanan yang lunak terdahulu. Dan pada usia-usia berikutnya makanan lima sehat sempurna menjadi pedoman yang baik bagi orang tua untuk menghindarkan anaknya dari kekurangan gizi.

Disusun Oleh :
NAMA : MUHAMMAD RIDWAN
NIM : 2091210010
DOSEN : dr. Dini Sri Damayanti,M.Kes
SUMBER :http://www.gizi.net/Di-Indonesia-Lima-Juta-Balita-masih-Kurang-Gizi.shtml


baca selengkapnya

Label:

Badan Linu

Definisi Badan Linu
Badan linu adalah suatu keluhan yang diderita pada tubuh seseorang dan merupakan salah satu tanda awal suatu kelainan pada otot, syaraf, atau tulang.

Penyebab Keluhan Badan Linu
Penyebab timbulnya badan linu sangat beragam, diantaranya:
a. Faktor internal:
• Faktor usia.
• Keturunan.
• Kelainan bawaan.
b. Faktor enternal:
• Olah raga yang kurang dan tidak teratur.
• Pola makanan yang tidak sehat dan tidak teratur.
• Posisi dan pola aktifitas kerja, duduk, berjalan, tidur, dan berbagai gerakan lain yang tidak benar.
• Adanya kesalahan kesalahan posisi tulang, syaraf dan otot serta penyakit-penyakit tertentu.


Kelainan-kelainan Penyebab Keluhan Badan Linu
Adanya kelainan-kelainan pada tulang, syaraf, dan otot dapat menimbulkan keluhan badan linu. Diantara kelainan-kelainan tersebut adalah: (5)
• Kelainan pada tungkai misalnya neurologis (penyakit kronis sklerosis multiple dan stroke), vascular, atau ruam (selulitis, psoriasis, eritema nodosum). Diabetes mellitus bisa dengan keluhan utama berupa “kaki diabetik” (iskemia, neuropati sensoris perifer disertai ulserasi dan deformitas)
• Kelainan pada lengan misalnya kelainan sendi atau sistem syaraf. Keadaan neurologis yang sering ditemukan pada ekstremitas atas adalah akibat sklerosis multiple, stroke, atau penekanan saraf perifer. Tekanan medulla spinalis atau pleksus brakialis, penyakit neuron motorik, siringomielia, dan distrofia miotonika.
• Artritis rheumatoid, Osteoartritis, Gout

Badan linu sering dikeluhkan oleh seseorang yang mengalami kelainan pada otot, tulang, atau syarafnya. Berbagai faktor internal dan faktor eksternal yang menyebabkan timbulnya keluhan badan linu sangat beragam. Begitu juga dampak yang ditimbulkannya. Pentingnya usaha dalam rangka pencegahan timbulnya keluhan badan linu adalah untuk menghambat perkembangan penyakit agar tidak semakin parah.

Beberapa cara untuk pencegahan timbulnya badan linu antara lain :
• Olah raga yang cukup dan teratur.
• Menjaga dari makanan yang tidak sehat dan tidak sesuai dengan ukuran normal.
• Menjauhi posisi dan pola aktifitas kerja, duduk, berjalan, tidur, dan berbagai gerakan lain yang tidak baik dan tidak benar.
• Selalu berhati-hati dalam beraktifitas agar tidak terjadi kecelakaan yang menyebabkan trauma pada tulang, saraf, dan otot.

Sedangkan beberapa penatalaksanaan rasa linu pada badan ada beberapa jenis, diantaranya adalah:
• Terapi obat-obatan :
- Sistemik (oral atau dikonsumsi):
a) Buatan : obat-obatan generik (misalnya Allopurinol)
b) Alami : tananam obat-obatan(misalnya Zingiberis Rhizoma (Jahe Gajah), Curcumae domesticae Rhizoma (Kunyit), Kaempferiae Rhizoma (Kencur), Paullinia cupana (Guarana), Caryophylli Flos (Bunga Cengkeh), Myristicae Flos (Bunga Pala)
- Topikal (pemberian obat di luar atau dioleskan):
a) Buatan : obat-obatan kimia (misalnya balsem,koyo, dan lain-lain)
b) Alami : tananam obat-obatan (misalnya Zingiberis Rhizoma (Jahe Gajah), Curcumae domesticae Rhizoma (Kunyit), Kaempferiae Rhizoma (Kencur)
• Terapi fisik : - terapi panas (diathermy) misalnya dengan koyo atau alat-alat terapi panas lainnya
- Rehabilitasi
• Pemerapan pola hidup sehat:
- Olah raga atau terapi-terapi dijalankan secara rutin dan sungguh-sungguh.
- Berhati-hati dalam beraktifitas.
- Mengontrol makanan-makanan yang dikonsumsi

Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat kami simpulkan, sebagai berikut :
1. Keluhan badan linu merupakan salah satu gejala awal terjadinya suatu kelainan pada otot, syaraf, atau tulang.
2. Penatalaksanaan keluhan badan linu diantaranya adalah terapi obat-obatan baik sistemik ataupun tropikal, terapi fisik, dan penerapan pola hidup sehat.

Saran
Masyarakat dianjurkan untuk tidak mengabaikan masalah kesehatan. Kesehatan merupakan poin penting dalam kehidupan kita. Berbagai aktifitas tidak akan berjalan lancar jika kesehatan kita terganggu. Jika ada sedikit keluhan sebaiknya segera konsultasi kepada ahlinya. Hal itu sangat berguna agar tidak terjadi timbulnya penyakit-penyakit yang lebih parah.


baca selengkapnya

Label: